Resep Masakan – Udang Pedas Saus Tiram

 Image

Resep Masakan – Udang Pedas Saus Tiram

Bahan :

  • 200 gr Udang Ukuran Sedang (bersihkan, sisakan ekornya)
  • 1/4 siung Bawang Bombay (diiris memanjang)
  • 1 genggam Kacang Kapri (potong – potong)
  • 80 ml Air
  • Minyak untuk menumis

Bumbu :

  • 1 sdm Saus Tomat
  • 2 sdm Saus Sambal
  • 1 ruas Jahe (diiris tipis)
  • 3 sdm Saus Tiram
  • Merica dan Garam secukupnya

Cara Memasak :
– Bawang bombay ditumis hingga layu.
– Tambahkan jahe, kemudian tumis sampai harum.
– Masukkan kacang kapri dan 2 sdm air, masak sampai matang.
– Tambahkan udang, masak sampai berubah warna.
– Masukkan saus tomat, saus sambal, saus tiram, merica, garam dan sisa air.
– Masak sampai agak kental.
– Angkat dan sajikan hangat.

Pisang Goreng Pasir

 Image

Bahan :
– Pisang raja 5 buah, potong bentuk kipas -
– Tepung roti kasar/pangko 150 gram -
– Coklat topping secukupnya -
– Minyak goreng secukupnya -

Bahan pencelup :
– Tepung terigu protein sedang 200 gram -
– Telur ayam 1 butir -
– Air 150 ml -
– Gula pasir 2 sdm -
– Garam secukupnya -

Cara membuat :
1. Campur semua bahan pencelup, aduk rata dan sisihkan. Celupkan pisang dalam adonan pencelup hingga rata, tiriskan.
2. Gulinkan pisang di atas tepung roti hingga rata.
3. Panaskan minyak, goreng pisang hingga kuning kecoklatan. Angkat dan tiriskan.
4. Sajikan pisang dengan coklat topping.

Tips :
– Pisang bisa diselipi dengan keju atau dioles dengan selai sesuai selera, baru dibalut tepung.
– Saat penyajian, topping bisa disesuaikan dengan isi yang diselipkan antar pisang atau sesuai selera.

Ayam Bakar Bumbu Kecap

 Image

Bahan :
– Ayam 1 ekor, bersihkan, belah bagian dada (tidak sampai putus) lalu pipihkan -
– Minyak untuk menumis secukupnya -

Bumbu halus :
– Bawang putih 5 siung -
– Bawang merah 8 butir -
– Cabe merah 4 buah -
– Cabai rawit secukupnya -
– Merica bubuk 1 sdt -
– Kecap manis 5 sdm -
– Gula merah 1 sdm -
– Gula pasir secukupnya -
– Garam secukupnya -

Cara membuat :
1. Tumis semua bumbu halus hingga harum.
2. Tambahkan ayam, beri air hingga ayam terendam, masak hingga ayam matang. Angkat, sisihkan.
3. Masak bumbu ayam hingga kuah mengental. Angkat, sisihkan.
4. Panggang ayam sambil diolesi bumbu hingga matang. Angkat.
5. Sajikan dengan lalap sayuran dan sambal bawang siap pakai.

Sayur Bening Kacang Panjang

Image

Bahan :
– 6 lonjor kacang panjang, dipotong 3 cm -
– 1 buah (250 gram) jagung manis, dipotong-potong -
– 25 gram taoge -
– 1 buah tomat merah, dipotong-potong -
– 4 buah cabai rawit merah, masing-masing dibelah 2 memanjang -
– 3 siung bawang putih, diiris -
– 2 cm kencur, dimemarkan -
– 2 1/2 sdt garam -
– 1 sdt gula merah -
– 1/4 sdt kaldu ayam bubuk -
– 1.000 ml kaldu ayam dari rebusan tulang ayam -

Cara membuat :
1. Didihkan kaldu ayam. Masukkan bawang putih, cabai rawit merah dan kencur sampai harum.
2. Tambahkan jagung manis. Masak sampai setengah matang. Masukkan tomat, kacang panjang dan taoge. Aduk rata.
3. Tambahkan garam, gula merah dan kaldu ayam bubuk. Aduk rata. Masak sampai matang.

Cara Menerima Tamu Di Ruang Makan

1.      Jika tamu memasuki ruangan hendaknya diterima dengan cara yang sopan. Tanyakan apakah mereka telah membuat pesanan. Jika sudah periksalah buku pesanan dan hantarkanlah tamu tersebut pada meja yang telah disiapkan, tetapi jika tamu tersebut tidak membuat pesanan maka periksalah apakah masih terdapat meja yang kosong untuk mereka. Jika ada maka hantarkanlah mereka untuk mendapatkannya. Dan bila tidak ada tempat duduk atau meja yang kosong maka perkenankanlah mereka untuk menunggu beberapa saat di bar umpamanya dan catatlah nama ataupun nomor kamar mereka, dan segera ada meja yang disiapkan, panggillah mereka.

2.      Setiap tamu yang datang ke ruang makan hendaknya diterima dan disapa dengan mengucapkan selamat pagi, selamat sore, ataupun selamat malam sesuai dengan waktu pada saat itu. Jangan sampai tamu dibiarkan masuk ke ruang makan kita tanpa disapa, dan berkeliling-keliling mencari tempat duduk sendiri. Hal semacam ini akan membawa kegagalan dan memberikan kesan yang kurang baik terhadap perusahaan.

 

Tahap-Tahap Pelayanan Makanan

      Standard Operational Procedur (SOP) atau prosedur pelaksanaan dasar merupakan suatu ketetapan yang terstandar untuk mempertahankan kualitas dan hasil pekerjaan. Dampak SOP dalam Food & Beverage Departement merupakan suatu hal yang sangat memudahkan pekerjaan karyawan dan menciptakan suasana yang membuat para tamu menjadi nyaman dan mendapatkan apapun yang diinginkan. SOP general service yang harus dilakukan oleh bagian service adalah :

1.      Greeting the guest : Tamu memasuki restoran disambut dengan ramah olehhostess restaurant atau restaurant receptionist.

2.      Escuting and Sitting the guest : Tamu diantar pada meja yang telah dipesan atau disukai, atau sama sekali belum memesan tempat kemudian membantu menarik kursi ketika akan duduk.

3.      Pouring ice water : Waitres menuangkan air es ke goblet glass dari sebelah kanan, waitres yang lain membantu membuka  dan meletakkan  napkin  dipangkuan tamu.

4.      Serving bread and butter : Sajikan roti dan mentega sebagai makanan pendamping.

5.      Presenting the menu/taking order : Captain memberikan daftar menu dari sisi kiri tamu, sambil membantu tamu jika mengalami kesulitan terhadap menu yang ditawarkan. Sambil menawarkan menu captain waiter mencatat pesanan tamu (take order) dan diberikan pada waitres selanjutnya orderdiserahkan pada bagian terkait.

6.      Presenting the wine list : Sambil menunggu hidangan disajikan bagiansommelier menawarkan wine sebagai minuman pengiring hidangan.

7.      Adjustment : Waiter melakukan clear up atau mengganti peralatan makan dan disesuikan dengan menu yang dipesan oleh tamu.

8.      Serving the food : Menyajikan hidangan menu sesuai dengan aturan yang telah ditentukan.

9.      Clear up : Clear up adalah proses mengambil peralatan yang kotor setelah tamu selesai makan. Pada saat hidangan dessert akan    dikeluarkan   waiter mengambil peralatan yang tidak digunakan lagi seperti ashtray, B&B plate, wine glass.

10.  Crumbing down : Crumbing down adalah proses membersihkan meja makan dari kotoran setelah proses clear up dilakukan. Menggunakan napkin dan piring.

11.  Presenting coffee or tea : Setelah hidangan dessert selesai disantap captain waiter menawarkan tea or coffee dan bagian sommelier menawarkan minuman setelah selesai makan (after meal drink).

12.  Presenting the bill : Sebelum memberikan bill captain waiter menanyakan komentar tamu mengenai pelayanan, cita rasa hidangan dan minuman sebagai tolak ukur mengembangan dan perbaikan dimasa depan yang disesuaikan dengan keinginan pelanggan. Kemudian captain waitermemberikan tagihan (bill) menggunakan check tray atau bill order.

13.  Bid Forewell : Selesai pembayaran captain siap membantu menarik kursi pada saat tamu akan berdiri sambil mengucapkan terima kasih

14.  Table setting : Begitu tamu meninggalkan maja makan maka waiter segera melakukan table setting kembali agar meja dapat dipakai kembali jika ada tamu.

 

Prinsip dasar yang dapat mendukung standart operational procedur (SOP), waiteragar tidak ada kesalahan selama proses pelayanan adalah :

1.      Jika hidangan disajikan oleh waiter dengan menggunakan platter atau soup tureen dalam sistem pelayanan Russian service makan pelayanan dilakukan dari sebelah kiri tamu.

2.      Peralatan bersih yang akan diletakkan di meja didepan tamu dilakukan dari sebelah kanan tamu.

3.      Apabila hidangan telah ditata dalam piring (ready plate) maka pelayanan dilakukan dari sebelah kanan tamu.

4.      Semua jenis minuman baik itu panas atau dingin, beralkohol atau non alkohol disajikan dari sebelah kanan tamu.

5.      Penyajian soup dilakukan disebelah kanan tamu.

6.      Dahulukan tamu tamu wanita atau anak-anak atau orang tua searah jarum jam

7.      Clear up dilakukan dari sebelah kanan tamu.

8.      Semua jenis peralatan harus diletakkan sesuai dengan posisinya tanpa harus menyilangkan tangan dihadapan tamu. Posisi peralatan yang berada di sebelah kanan tamu harus diletakkan dari arah kanan tamu sebaliknya posisi peralatan yang berada di sebelah kiri tamu diletakkan dari sebelah kiri tamu

 

Cara Menata Alat Makan dan Minum

a. Semua alat makan atau minum disiapkan dalam keadaan bersih.

b. Plate, spoon, fork dan knife diletakan 2cm dari pinggir meja.

c. Peralatan jenis garpu diletakan disebelah kanan piring kecuali garpu yang tidak mempunai pasangan diletakan disebelah kanan, seperti garpu untuk makanan hidangan laut (sea food fork), contoh: hidangan shrimp cocktail. Garpu diletakan dengan gigi garpu menghadap ke atas.

d. Peralatan jenis pisau dan sendok diletakan disebelah kanan piring. Pisau diletakan dengan mata pisau menghadap ke piring makan. Sendok diletakan terbuka dengan punggung sendok dibawah.

e. Peralatan makan untuk hidangan penutup, yaitu: sendok, garpu, dan pisau diletakan di sebelah atas piring.

f. Alat-alat makan yang diatur disebelah kiri, kanan, dan atas dari piring diletakan sedemikian rupa sehingga alat alat yang perlu untuk hidangan utama ada pada bagian luar. Waktu makan dimulai dengan menggunakan alat alat dari kiri dan kanan bagian luar dan makin kedalam dekat piring.

g. Water goblet diletakan disebelah atas alat makan disebelah kanan piring diatas dinner knife. Bila tamu belum datang, gelas air putih diletakan tertelungkup.

 

 

 

Mempersiapkan Meja Persediaan (Side Station)

      Kadang-kadang side station disebut juga side stand atau waiters points dimana semua alat-alat yang diperlukan pada saat operation disimpan.

Jenis alat-alat tersebut adalah :

  • Assorted cutlery: garpu dan sendok untuk menghidangkan makanan (service spoon and fork); dessert spoons and fork, soup, tea and coffee spoon, fish knives and forks, dinner knives and forks, bread and butter knives.
  • Assorted China: bread and butter plates, dessert plates, coffee cups and sauces, ashtray, etc.
  • Soup and sauce ladle.
  • Service trays.
  • Check pads, service cloth dan menu.
  • Condiment : tomato ketchup, tabasco, champagne glasses
  • Napkin, basket of rolls, sugar bowls, advertising items

Jenis bumbu-bumbu (condiments) yang biasa disuguhkan diruang makan adalah:

  • Garam dan merica (salt & pepper)
  • Minyak dan cuka (oil & vinegar)
  • Bottle condiments (Tomato Ketchup, Tabasco, Worcestershire Sauce, Soy Sauce, Horseradish, Mustard (French), English Mustard). Semua jenis condiments ini sebelum disuguhkan di hadapan para tamu, terlebih dahulu harus dipersiapkan.

 

 

 

 

Mengatur Meja (Table Setting)

              Table set-up adalah seperangkat peralatan yang rapi, bersih dan siap pakai yang terdiri dari chinaware (B&B plate dan tea cup dan saucer), silverware (sendok, garpu dan pisau), glassware (gelas), dan linen (moulton, table cloth dan napkin), yang disusun diatas meja lengkap dan rapi untuk satu orang. Jadi dapat disimpulkan bahwa table setting adalah rangkaian kegiatan menutup meja menggunakan peralatan yang telah siap dipakai seperti chinaware (B&B plate, tea cup dan saucer), silverware (sendok, garpu dan pisau), glassware (gelas), dan linen (moulton, table cloth dan napkin) dan table assesories (ashtray, salt and pepper shaker flower vase, sugar bowl, dan table number). Sebelum melaksanakan proses menutup meja terlebih dahulu harus dipersiapkan alat-alat yang mendukung seperti :

  • Seperangkat meja dan kursi makan.
  • Linen yaitu moulton, table cloth, napkin
  • Silverware (peralatan dari logam seperti sendok, garpu, dan pisau)
  • Chinaware (peralatan dari porselin seperti cangkir, piring, mangkuk, dan lain-lain).
  • Glassware (peralatan yang terbuat dari gelas).
  • Table acesories (salt and pepper shaker, vase of flower, table number, ashtray, sugar bowl).

            Dalam melakukan table setting seorang waiter harus mempunyai satu pedoman dalam melaksanakan tugasnya karena variasi table setting sangat banyak. Secara garis besar langkah-langkah melakukan table set-up yang digunakan sebagai pedoman dasar adalah sebagai berikut :

  • Menyiapkan silverware dalam keadaan yang bersih dan siap untuk dipakai.
  • Memasang moulton.
  • Memasang taplak meja (laying cover) dapat dilihat pada bahasan memasang taplak meja.
  • Meletakkan table accesories (flower vase, ashtray, ménage, table number). Dengan ketentuan flower vase diletakkan tepat ditengah meja makan sebagai patokan untuk meletakkan table assesories yang lainnya. Table number diletakkan menghadap pintu utama.
  • Letakkan show plate di tengah sisi meja makan dengan jarak 2 cm dari tepi meja.
  • Meletakkan cutlery dan silverware dimulai dari dinner knife dan dinner fork. Dinner knife diletakkan dibagian sisi kanan show plate dengan bagain mata pisau menghadap ke dalam. Jarak antara keduanya diperkirakan cukup untuk meletakkan dinner plate show plate yaitu ± 26 cm. sedangkan dinner fork diletakkan disebelah kiri show platesejajar dengan dinner knife. Kedua alat ini merupakan dasar untuk meletakkan alat yang lainnya.
  • Letakkan silverware yang lainnya sesuai dengan jenis hidangan dan diletakkan sesuai dengan pedoman meletakkan alat silverware.
  • Silverware jenis garpu (fork) selalu diletakkan disebelah kiri kecuali yang tidak mempunyai pasangan seperti shrimp fork, oyster fork, sea food fork (dipakai untuk hidangan appetizer).
  • Meletakkan water goblet ± 2cm berada diatas dinner knife. Jika water goblet diikuti dengan gelas wine lainnya, pemasangannya diletakkan dibawah water goblet posisinya sejajar atau serong membentuk sudut 45º C dari tepi meja.
  • Bread and butter plate (B&B plate) disebelah kiri garpu ± 3 cm, sedangkan butter spreader diletakkan diatas piring B&B plate.
  • Letakkan guest napkin diatas show plate.

 

Jenis Table Setting

      Table set-up yang digunakan oleh restoran banyak variasi dan disesuaikan dengan acara perjamuan atau jenis restoran. Pada dasarnya table set-up yang harus dikuasai oleh waiter ada 3 yaitu:

 

Basic Table setting

1. B&B Plate

2. B&B Knife

3. Dinner Fork

4. Show plate, napkin

5. Dinner Knife

6. Water Goblet

 

Standart Table setting

     Standart table set-up digunakan untuk menutup meja makan pagi (breakfast) dan makan siang dan malan (lunch and dinner).

 

1. B&B Plate

2. B&B Knife

3. Dinner Fork

4. Show plate, napkin

5. Dinner Knife

6. Soup Spoon

7. Water Goblet

 

Elaborate Table setting

      Elaborate table set-up digunakan untuk menutup meja makan secara lengkap seperti jamuan kenegaraan yang sifatnya formal.

 1. B&B Plate

2. B&B Knife

3. Dessert Fork

4. Dinner Fork

5. Show plate, napkin

6. Dinner Knife

7. Soup Spoon

8. Dessert Knife

9. Dessert Spoon

10. Dessert Fork

11. Water Goblet

12. Red wine glass

13. White wine glass

Table setting yang sempurna adalah susunan yang rapi, alat yang bersih dan ketepatan antara alat dengan jenis hidangan. Hal yang terakhir ini yang terkadang masih sering salah, oleh karena itu perlu adanya pemahaman yang paling dasar terhadap jenis hidangan dan jenis alat.

 

Persiapan Pelayanan Restoran (Pre Operation)

Restoran formal tidak buka selama 24 jam sehingga akan ada saat restoran di buka dan ditutup. Sebelum jam buka tim kerja mempersiapkan segala sesuatu menyangkut persiapan fisik restoran mulai dari kebersihan restoran, lingkungan, kondisi udara, kelengkapan peralatan penyajian, makanan dan minuman yang bersih, higienis serta performance dari tim kerja restoran. Selain persiapan fisik juga diperlukan persiapan psikis dari para pekerja restoran, misalnya tentang informasi menu special, VIP customer, menu yang tidak dapat dijual karena alasan tertentu. Kedua persiapan fisik maupun psikis dapat dilakukan dan dipersiapkan secara bersama-sama sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing. 

 

      Sebelum restoran buka sebaiknya diadakan briefing manager kepada semua staf baik di bagian restoran maupun bagian dapur. Kegiatan ini dilakukan setelah selesai melakukan persiapan sebelum restoran buka untuk menyatukan langkah demi kelancaran proses kerja di restoran. Disamping itu untuk memberikan motivasi kepada bawahan agar memberikan pelayanan yang terbaik dan dapat memberikan kepuasan bagi pelanggan restoran.

      Mise en place adalah kata terminology Perancis yang dipergunakan secara internasional dalam bisnis perhotelan dan “catering” (jenis usaha produksi dan penghidangan makanan atau minuman. Mise en place berarti menempatkan dan mengatur segala sesuatu pada tempatnya untuk sesuatu proses pekerjaan.

a.  Prinsip-prinsip “Mise en place”:

  • Bersih, teratur dan rapi
  • Tertata dalam jangkauan
  • Indah atau mempunyai daya tarik
  • Sesuai dengan kebutuhan (baik dalam jumlah dan macamnya)

b.    Tujuan “Mise en place”

      Tujuan “Mise en place” adalah:

  • Untuk menunjang proses pekerjaan agar dapat terselenggara.
  • Lancar dan teratur
  • Tepat pada waktunya
  • Mudah dan menyenangkan
  • Di restoran dan bar proses pekerjaan harus dapat menyenangkan baik bagi si karyawan maupun tamu.
  • Di restaurant dan bar “mise en place” ditujukan juga sebagai sarana atau pelengkap atmosphir serta dekorasi ruangan.

 

Membersihkan Restoran 

Yang termasuk kegiatan membersihkan restoran adalah :

  • Membersihkan dan menyapu lantai.
  • Membersihkan pintu jendela.
  • Membersihkan debu dari meja ataupun kursi.
  • Membersihkan side station (tempat menyimpan alatalat seperti: cangkir, piring, pisau, garpu, sendok yang berada di restoran).
  • Mengosongkan tempat sampah (waste bins)
  • Meluruskan atau menempatkan meja dan kursi pada tempat yang serasi. Tetapi pada beberapa restoran, pekerjaan semacam ini akan dilaksanakan khusus oleh seseorang yang mendapat pengawasan langsung dari Housekeeping Department.

 

Mempersiapkan Linen

  • Menukar linen : mengumpulkan linen yang bersih dari Housekeeping. Linen ini ditukar atas dasar satu linen bersih untuk satu linen kotor. Linen ini akan dicatat dalam suatu linen list, yang berangkap dua. Dimana satu akan disimpan direstoran sebagai arsip.
  • Mengatur linen : meliputi napkin, membagikan table cloth sesuai dengan ukuran meja yang ada, dan menyimpan kembali pada lemari linen, jenis linen yang tidak dipergunakan. Dalam menyimpan linen ini, tumpuklah linen tersebut dengan rapi, dimana lipatannya menghadap keluar, sehingga mudah untuk menghitungnya.

 

Polishing Peralatan Makan dan Minum

      Polishing dilakukan untuk menghilangkan kotoran atau debu yang ada di peralatan-peralatan makan dan minum, agar bersih dan tidak menimbulkan penyakit. Cara mem-polishing peralatan :

  • Siapkan air panas dalam wadah / container .
  • Beri perasan air jeruk nipis (ampas jeruknya pun dapat dimasukkan ke dalam container tersebut).
  • Taruh peralatan yang akan di-polishing di atas container yang berisi air panas, agar terkena uapnya. Kemudian setelah diberi uap, lalu di lap dengan tissue atau lap bersih hingga kering. Lakukan hingga semua alat bersih.
  • Air panas ini digunakan untuk menghilangkan lemak-lemak yang ada pada peralatan tersebut agar mudah hilang. Sedangkan penggunaan jeruk nipis dalam polishing ini, bertujuan untuk menghilangkan bau-bau amis yang ada atau yang tertinggal di peralatan-peralatan tersebut.

Jenis-jenis peralatan di Restaurant

Image Image

Image

Menurut buku “Pengantar Akomodasi dan Restoran” ( Sugiarto dan Sulartiningrum), ( 2001 : 88) dinyatakan bahwa pada prinsipnya peralatan yang digunakan dalam sebuah restoran dikelompokan menjadi lima bagian besar yaitu:

 

 

  1. Silverware

Adalah peralatan makan yang terbuat dari bahan perak yang tahan terhadap karat.Contohnya

a. Dinner Fork dan Dinner Knife

Garpu dan pisau yang gunanya untuk menikmati makanan inti ( main dishes / maincourse )

b. Dinner Spoon

Sendok yang digunakan untuk mengambil makanan tetapi juga digunakan sebagai alat bantu untuk memindahkan makanan dari suatu tempat ketempat lainnya.

c. Dessert Fork dan Dessert Knife

Garpu dan pisau yang gunanya untuk menikmati makanan pembuka ( appetizer ) atau makan penutup ( dessert ).

d. Tea or Coffee Spoon

Sendok yang gunanya untuk menikmati minuman panas ( teh, kopi, susu, coklat. ) dimana juga berfungsi sebagai alat menikmati hidangan penutup ( dessert ).

e. Fish Fork and Fish Knife.

Garpu dan pisau yang gunanya untuk menikmati makanan yang terbuat dari ikan.

f. Service Fork dan Service Spoon.

Garpu dan sendok yang gunanya untuk memindahkan makanan dari satu tempat ke tempat lainnya.

g. Ice Cream Spoon.

Sendok yang fungsinya untuk menikmati ice cream.

h. Steak Knife

Pisau yang gunanya untuk menikmati makanan yang terbuat dari daging, ciri khas dari pisau ini yaitu memiliki gerigi pada bagian tajamnya.

i. Soup Spoon.

Sendok yang fungsinya menikmati segala jenis soup.

j. Parfait Spoon.

Sendok yang fungsinya untuk menikamati dessert atau ice cream.

k. Oyster Fork.

Garpu untuk menikmati hidangan yang terbuat dari tiram atau kerang.

l. Snail ( escargot ) Fork.

Garpu yang gunanya untuk menikmati hidangan yang terbuat dari siput.

m. Snail ( escargot ) Tongs.

Penjepit makanan yang digunakan untuk menjepit makanan yang terbuat dari siput.

n. Lobster Pick and Lobster ( cray fish ) Cracker.

Guna untuk menikmati hidangan dari lobster

o. Sugar Tongs.

Gunanya untuk mengambil gula batu.

  1. Chinaware.

Adalah peralatan makan yang biasanya terbuat dari keramik atau porselin contohnya:

a. Bread and Butter Plate.

Jenis piring yang fungsinya untuk menyajikan roti dan mentega.

b. Dessert Plate.

Jenis piring yang fungsinya untuk menyajikan hidangan pembuka ( appetizer ) hidangan penutup ( dessert ).

c. Dinner Plate.

Jenis piring yang fungsinya untuk menyajikan hidangan utama.

d. Soup Bowl.

Jenis mangkok yang gunanya untuk menyajikan hidangan soup kental

e. Egg Cup and Soucer.

Adalah mangkok dan piring kecil yang fungsinya untuk menyajikan hidangan telur rebus.

f. Soup Cup and Soucer.

Adalah mangkok dan piring cawan yang fungsinya menyajikan segala hidangan yang berjenis soup.

g. Coffee or Tea Cup And Soucer.

Adalah mangkok dan piring cawan yang gunanya untuk menyajikan minuman kopi dan teh.

h. Cereal Dish.

Mangkok yang fungsinya menyajikan beberapa macam makanan misalnya sereal.

i. Ashtray / Asbak.

Fungsinya untuk menampung abu rokok dan harus ada disetiap meja.

j. Demi Tasse Cup and Soucer.

Mangkok dan piring cawan yang fungsinya khusus untuk menyajikan kopi expresso dan demi tasse coffee.

k. Creamer.

Fungsinya untuk menyajikan cream sebagai peneman kopi.

l. Milk Pot.

Teko yang fungsinya untuk tempat penyajian susu atau air panas.

  1. Glassware.

Adalah peralatan minum yang terbuat dari kaca termasuk didalamnya segala jenis dan bentuk gelas contohnya:

a. White Wine Glass.

Jenis gelas yang berfungsi untuk menikmati minuman anggur putih.

b. Red Wine Glass.

Jenis gelas yang fungsinya untuuk menikmati minuman anggur merah.

c. Water Goblet.

Jenis gelas yang berfungsi menyajikan minuman air putih.

d. Cocktail Glass.

Jenis gelas yang berfungsi untuk menyajikan minuman jenis cocktail.

e. Beer Glass.

Jenis gelas yang berfungsi untuk menyajikan jenis minuman beer.

f. Highball Glass.

Jenis gelas yang berfungsi untuk menyajikan minuman jenis mix drink atau bisa juga untuk menyajikan minuman jenis jus.

g. Collins Glass.

Adalah jenis gelas yang hampir sama fungsinya dengan highball glass yang membedakannya adalah tinggi dan volume gelas yang berbeda.

h. Zombie Glass.

Adalah jenis gelas yang berfungsi untuk menyajikan minuman mix drink yang khusus yang bernama zombie dan juga bisa digunakan untuk menyajikan minuman long drink.

i. Juice Glass.

Jenis gelas yang berfungsi untuk menyajikan minuman beraneka ragam jus.

j. Brandy Glass.

Jenis gelas yang berfungsi untuk menikmati minuman berjenis brandy.

  1. Linen dan Stationary.

Linen adalah segala macam peralatan yang terbuat dari kain, sedangkan stationary adalah segala peralatan yang terbuat dari kertas dan alat tulis menulis lainnya. Contohnya:

a. Table Cloth.

Adalah alas meja gunanya untuk menutup permukaan meja.

b. Guest Napkin.

Serbet yang gunanya sebagai serbet makan yang hanya digunakan oleh tamu.

c. Service Cloth.

Serbet yang digunakan untuk membantu membersihkan peralatan yang belum bersih dan juga berfungsi sebagai penahan panas pada waktu membawa makanan.

d. Paper Napkin.

Tissue yang digunkan sebagai alas soup cup and soucer.

e. Place Mate.

Adalah alat yang digunakan sebagai alas piring

  1. Table Accessories.

Adalah alat yang diletakan ditengah tengah meja tamu berfungsi sebagai peneman tamu dan juga untuk memperindah tampilan meja makan contohnya:

a. Tempat Garam dan Merica.( salt and Pepper Set.)

b. Asbak (ashtray )

c. Vas Bunga ( flower Vase )

d. Menu dan Daftar Minuman ( Menu and Drink List )

e. Nomer Meja ( Table Number )

Sejarah Singkat Restaurant (Restoran)

Asal-usul penggunaan nama restaurant bisa ditelurusi ke abad ke-16, ketika istilah ini pertama kali ditemukan di Prancis.  sampai zaman Romawi Kuno kuno (abad ke-2). Berasal dari kata Prancis restaurer atau restore yang artinya pembangkitkan tenaga. Spesifiknya istilah ini dipakai untuk sajian sup yang sarat kaldu.

Cerita tersebut sungguh berbeda dengan arti kata restaurant yang berkembang pada akhir abad ke-18. Di masa ini, resto diartikan sebagai ruang kecil di sebuah pondokan (tavern), tempat para pelancong mengisi perut. Makanan yang disajikan merupakan hidangan sederhana dengan bahan baku dari sekitar pondokan. 

Terobosan konsep terjadi sekitar tahun 1782, ketika restoran yang terletak di Rue De Richelieu, Paris, menulis daftar makanan dalam menu. Makanan kemudian disajikan dalam porsi personal dan setiap tamu dilayani satu per satu. Menu yang dikeluarkan pun tidak sekaligus, melainkan bertahap.

Perkembangan pesat terjadi justru karena Revolusi Prancis. Waktu itu berbagai guild —semacam serikat para tukang dan perajin yang mengatur perizinan kerja dan usaha— dibubarkan, memudahkan orang untuk membuka restoran. 

Peluang ini ditangkap oleh para pelayan dan koki kaum bangsawan yang kehilangan majikannya yang dipancung atau melarikan diri. Untuk menghidupi diri, mereka membuka restoran sendiri. Perkembangan restoran pun didukung oleh urbanisasi dan munculnya kelas menengah yang terdiri dari para profesional dan orang bisnis. 

Kini restoran berkembang menjadi dua jenis, yakni restoran kasual yang menyajikan makanan sehari-hari untuk para pekerja yang tak sempat pulang ke rumah untuk makan. Dan, fine dining yaitu restoran dengan tampilan eksklusif dan makanan yang disajikan lebih artistik menggunakan peralatan makan mewah. 

Jenis restoran kasual di dunia termasuk di Prancis sendiri banyak dipengaruhi oleh gaya hidup Amerika. Contohnya, cafetaria (kantin di perkantoran atau sekolah), rest-stop restaurant (resto di pinggir jalan tol), fast food restaurant (resto cepat saji), hingga bistro (resto kecil yang punya bar dan memberi pelayanan cepat). 

 

 

 

Kisah Restoran Pertama di Dunia

Restoran tentu tak lagi sulit ditemukan di zaman sekarang ini. Tempat makan komersial ini bisa dijumpai hampir di setiap sudut jalan. Selain menyediakan makanan dan minuman, kini restoran juga menyajikan suasana khusus bagi pengunjungnya. Pelanggan tidak hanya sekadar makan, tapi juga bisa menikmati suasana istimewa saat datang ke restoran.

 Di kalangan tertentu, makan di restoran sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan sarana pergaulan. Mereka merasa tidak gaul jika tidak nongkrong di restoran. Kelompok ini juga merasa ada bagian hidupnya yang hilang jika tidak datang ke restoran, walaupun sebenarnya cuma sekadar duduk dan ngobrol menghabiskan waktu.

 Satu lagi, fungsi restoran kini juga sudah menjadi tempat untuk pertemuan atau bahkan transaksi bisnis. Tidak sedikit restoran yang sekaligus menyiapkan ruang pertemuan untuk para pelanggan, lengkap dengan sarana audio visualnya. Ini menunjukkan berkembangnya fungsi restoran yang semula hanya tempat untuk makan.

Restoran telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Menurut situs inventors.about.com, restoran pertama kali hadir ke dunia pada tahun 1765. A Boulanger adalah nama restoran pertama di dunia itu. Restoran ini berdiri di kota Paris. Dengan berdirinya restoran ini, Paris menjadi memiliki sejarah penting bagi kelahiran restoran dan bisnis kuliner di dunia.

Jangan dibayangkan A Boulanger sudah seperti restoran zaman sekarang. Tidak banyak menu yang disajikan di restoran ini. A Boulanger tidak memiliki daftar menu seperti layaknya restoran di masa kini. Dia hanyalah menyediakan menu tunggal berupa sup. Tapi dari sinilah bisnis restoran mulai berkembang dan banyak menu lain yang kemudian dijadikan komoditas usaha kuliner tersebut.

 Setelah bisnis restoran dimulai di Paris, berikutnya muncul kafetarian pertama di dunia yang dipercaya hadir di Kansas City. Kafetarian ini bernama YWCA dan berdiri tahun 1891. Kafetaria ini dianggap sebagai konsep varian dari restoran. Ruangan yang disediakan kafetaria lebih sederhana dibanding restoran, dan menunya pun lebih banyak berupa makanan ringan.

Dari sinilah kemudian bisnis restoran berkembang dalam berbagai konsep hingga saat ini. Ada restoran tradisional, restoran cepat saji, kafe, dan sebagainya. Saat ini, restoran telah menjadi bisnis besar yang menghadirkan banyak pengusaha terkemuka. Tak hanya menjalankan bisnis konvensional, restoran juga kemudian berkembang menjadi waralaba yang mendunia.

 

Pengertian Restoran Berdasarkan Fungsinya

Makanan dan minuman yang disediakan dengan dipungut bayaran, tidak termasuk usaha jenis tataboga atau catering.
Pengertian restoran menurut Marsum (1994), restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasi secara komersial yang menyelenggarakan pelayanan yang baik kepada semua tamunya baik berupa makan dan minum.

Menurut Marsum (1994) ada beberapa tipe restoran, yaitu:

1. Table D’ hote Restaurant adalah suatu restoran yang khusus menjual makanan menu table d’ hote, yaitu suatu susunan menu yang lengkap (dari hidangan pembuka sampai dengan hidangan penutup) dan tertentu, dengan harga yang telah ditentukan pula.
2. Coffee Shop atau Brasserie adalah suatu restoran yang pada umumnya berhubungan dengan hotel, suatu tempat dimana tamu biasa mendapatkan makan pagi, makan siang dan makan malam secara cepat dengan harga yang relatif murah, kadang-kadang penyajiannya dilakukan dengan cara prasmanan.
3. Cafetaria atau Café adalah suatu restoran kecil yang mengutamakan penjualan cake (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi dan teh.
4. Canteen adalah restoran yang berhubungan dengan kantor, pabrik atau sekolah.
5. Dining Room, terdapat di hotel kecil (motel), merupakan tempat yang tidak lebih ekonomis dari pada tempat makan biasa. Dining Room pada dasarnya disediakan untuk para tamu yang tinggal di hotel itu, namun juga terbuka bagi para tamu dari luar.
6. Inn Tavern adalah restoran dengan harga murah yang dikelola oleh perorangan di tepi kota.
7. Pizzeria adalah suatu restoran yang khusus menjual Pizza, kadang-kadang juga berupa spaghetti serta makanan khas Italia yang lain.
8. Speciality Restaurant adalah restoran yang suasana dan dekorasi seluruhnya disesuaikan dengan tipe khas makanan yang disajikan atau temanya. Restoranrestoran semacam ini menyediakan masakan Cina, Jepang, India, Italia dan sebagainya. Pelayanannya sedikit banyak berdasarkan tata cara negara tempat asal makanan spesial tersebut.
9. Familly Type Restaurant adalah satu restoran sederhana yang menghidangkan makanan dan minuman dengan harga yang tidak mahal, terutama disediakan untuk tamu-tamu keluarga maupun rombongan

 

JENIS JENIS RESTAURANT

a. Coffeeshop

Adalah restoran yang dibuka untuk beakfast, luch, dan dinner yang memberikan pelayanan sederhana dan cepat dengan harga makanan dan minuman yang relatif murah.

b. Room Service

Adalah restoran yang dibuka untuk breakfast, lunch, dan dinner dimana makanan tamu dapat dihidangkan di dalam kamar tamu yang menampilkan menu sederhana dan cepat dengan harga yang relatif murah.

c. Dinning Room

Adalah restoran yang hanya buka pada waktu dinner dengan tamu yang memiliki tujuan berkunjung adalah untuk menikmati dinner dan hiburan yang menampilkan menu yang lengkap dan mewah dengan harga yang relatif mahal.

d. Supper Club

Adalah restoran yang hanya buka pada larut malam untuk dinner dan supper dengan tujuan tamu untuk menikmati makanan dan hiburan dengan menu makanan yang lengkap serta pelayanan yang mewah dengan harga yang relatif mahal.

Menurut Soekresno (2000 : 16-17), dilihat dari pengelolaan system penyajian restoran dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :

a) Restoran formal, adalah industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan profesional dengan pelayanan ekslusif. Contoh : Main Dinning Room.

b) Restoran informal, adalah industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan profesional dengan lebih mengutamakan kecepatan pelayanan, kepraktisan dan percepatan frekuensi yang silih berganti. Contoh : Cafe, Coffee shop, Canteen.

c) Special restoran, adalah industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan profesional dengan menyediakan makanan khas dan diikuti dengan penyajian yang khas dari suatu Negara tertentu. Contoh : Japanese Restaurant, Chinese Restaurant.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.